Rapimnas IPPNU 2026: Wagub Jihan Nurlela Dorong Lahirnya Generasi Muda Adaptif, Berkarakter, dan Memiliki Kepedulian Sosial sebagai Modal Utama Menghadapi Indonesia Emas 2045

BANDARLAMPUNG —– Pemerintah Provinsi Lampung mendorong lahirnya generasi muda yang adaptif, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial tinggi sebagai modal utama menghadapi Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dalam Rapat Pimpinan Nasional Pimpinan (Rapimnas) Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Tahun 2026 bertema “Simply Great, Sustainably Brave” di Balai Keratun, Komplek Dinas Kantor Gubernur, Sabtu (13/6/2026).

Dalam sambutannya, Wagub Jihan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Lampung sebagai tuan rumah pelaksanaan RAPIMNAS IPPNU, forum strategis yang mempertemukan kader-kader pelajar putri Nahdlatul Ulama dari seluruh Indonesia.

“Kami senang menjadi host RAPIMNAS sebagai acara yang paling bergengsi di tingkat PP IPPNU. Semoga rangkaian kegiatan ini berjalan lancar dan menghasilkan berbagai rekomendasi pemikiran serta gagasan yang bermanfaat, baik bagi organisasi maupun pembangunan daerah,” ujarnya.

Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya dimana arus informasi yang sangat cepat dan tanpa batas menuntut pelajar memiliki kemampuan adaptasi yang kuat agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.

Wagub Jihan menekankan bahwa terdapat tiga hal utama yang harus dimiliki seorang pelajar, yakni kapasitas intelektual, kematangan karakter, dan sensitivitas sosial.

“Kapasitas intelektual menjadi kompas dalam menentukan arah kehidupan. Di tengah banjir informasi, tantangan terbesar bukan lagi kekurangan informasi, melainkan kemampuan memilah informasi yang benar dan bermanfaat,” katanya.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya pembentukan karakter melalui organisasi pelajar seperti IPPNU.

Menurutnya, kecerdasan tanpa didukung akhlak dan karakter yang baik tidak akan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya sensitivitas sosial agar generasi muda tidak hanya berfokus pada dirinya sendiri, tetapi turut memahami dan memperjuangkan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Jihan turut menyoroti sejumlah isu yang dihadapi generasi muda saat ini, seperti kesehatan mental, perundungan, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga dampak negatif penggunaan media sosial yang berlebihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *